Obesitas merupakan kondisi medis dimana seseorang mengalami kelebihan berat badan yang diakibatkan oleh penumpukan lemak dalam tubuh. Obesitas tidak hanya dialami orang dewasa, anak-anak pun bisa beresiko mengalaminya.
 
Umumnya, anak bisa menderita obesitas di usia 6-11 tahun. Karena pada usia-usia tersebut anak berada dalam masa pertumbuhan dan aktif, sehingga orang tua cukup sulit mengontrol pola makan, kesehatan dan aktifitas mereka.
Anak-anak yang Obesitas
 
Namun, masih banyak orang tua yang belum sadar ketika anaknya sudah menderita obesitas. Mereka menganggap anak kecil yang gemuk terlihat sehat dan lucu, padahal kalau kegemukan/obesitas itu tidak segera disadari akan membahayakan kesehatannya.
 
Bila anak menderita obesitas tidak hanya beresiko terkena penyakit hipertensi, diabetes dan jantung tapi juga membuatnya tidak aktif dan leluasa bergerak.

Penyebab Obesitas Pada Anak:
  1. Faktor genetik
  2. Terlalu sering mengkonsumsi makanan cepat saji (junkfood) dan softdrink
  3. Jarang melakukan aktifitas fisik
  4. Mengatasi Obesitas Pada Anak Tanpa Diet
Apabila si kecil menderita obesitas, orang tua tidak boleh memaksanya untuk diet ketat atau mengkonsumsi obat-obatan kimia agar berat badan berkurang. Sebab, hal tersebut malah membuat kesehatan dan pertumbuhannya terganggu. Berikut ini adalah beberapa cara bijak untuk mengatasi obesitas pada anak tanpa menyuruhnya diet ketat:
 
Perhatikan pola makan anak. 
Pola makan anak
Memperhatikan pola makan anak yang masih dalam masa pertumbuhan sangat penting. Menu makan mereka harus mencukupi kebutuhan gizi harian atau empat sehat lima sempurna (makanan pokok, lauk-pauk, sayur-mayur, buah-buahan dan susu). Jangan biarkan mereka mengkonsumsi snack ringan, camilan yang banyak mengandung gula dan lemak serta fastfood terlalu sering.
 
Selalu biasakan anak sarapan dan membawa bekal ke sekolah. 
Untuk mengontrol asupan gizi anak, pembaca perlu membiasakannya sarapan dan membawa bekal ke sekolah. Dengan sarapan, mereka bisa mendapatkan energi yang cukup untuk memulai aktifitas. Bekal yang dibawa pun akan menghindarkan mereka untuk jajan sembarangan.
 
Kenalkan makanan sehat pada anak.
Mengenalkan makanan sehat seperti sayur-mayur, buah-buahan dan daging segar pada si kecil sangat penting. Walaupun awalnya sulit dilakukan, tapi pembaca harus sabar dan konsisten dalam memberikan pengertian pada mereka tentang pentingnya mengkonsumsi makanan sehat. Dengan demikian, si kecil akan terbiasa mengkonsumsinya di kemudian hari.
 
Ubah kebiasaan makan anak. 
Cegah si kecil menyantap makanan di depan TV atau komputer, karena bila mereka terlalu asyik tidak akan peduli seberapa banyak makanan yang dihabiskan.

Perhatikan cara pembaca mengolah makanan anak. 
Kalau dulunya pembaca memasak makanan dengan cara digoreng, sekarang ubah cara tersebut dengan mengukus atau memanggang makanan anak.
 
Ajak bermain agar aktif bergerak.
Ajak anak bermain
Apabila pembaca mengajak anak melakukan aktifitas-aktifitas ringan seperti bermain di luar rumah, berenang, bersepeda dan sebagainya akan membantu membakar lebih banyak lemak dalam tubuh mereka. Batasi waktu mereka dalam melakukan aktifitas di dalam rumah, seperti menonton TV, menggunakan komputer dan bermain game. Karena semakin lama mereka asyik melakukannya, semakin malas pula untuk bergerak.
 
Tidur lebih awal. 
Ajak anak tidur lebih awal
Anak yang tidur lebih awal memiliki berat badan lebih normal, dibanding yang tidur terlalu malam. Berikan susu tinggi kalsium dan rendah lemak atau buah-buahan apabila anak merasa lapar sebelum tidur.
 
Saat ini anak-anak lebih mudah terkena obesitas dibandingkan beberapa tahun yang lalu. Karena zaman semakin modern membuat segalanya serba instan, terutama makanan. Orang tua yang cerdas dan bijak akan berusaha memenuhi gizi yang dibutuhkan anak serta tidak membiarkan mereka mengkonsumsi makanan cepat saji secara terus menerus.

Your link is almost ready.

10
Seconds
Please wait...